75.000 Anak di Nigeria terancam meninggal dunia karena kelaparan

Sebanyak 75.000 anak-anak di Nigeria terancam meninggal dunia karena kelaparan. Hal ini dilaporkan organisasi dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut data PBB, anak-anak ini beresiko sekarat dalam beberapa bulan ke depan. Pasalnya, tekanan kelompok teror Boko Haram di wilayah timur laut Nigeria ini membuat anak-anak menderita busung lapar.
Koordinator kemanusiaan PBB Peter Lundberg mengatakan krisis di Nigeria terjadi sangat cepat.
"Dari data kami, setidaknya 14 juta orang teridentifikasi membutuhkan asistensi kemanusiaan," ujar Lunberg di Ibu Kota Abuja, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (16/11).
Dari 14 juta jiwa, 400 ribu di antaranya adalah anak-anak. Dan 75 ribu anak bisa meninggal akibat kelaparan yang mendera wilayah ini.
"Dalam beberapa bulan ke depan (anak-anak bisa meninggal)," sambung Lundberg.
PBB berharap, paling tidak setengah dari populasi 14 juta ini sebagai target mereka bisa bekerja sama dengan pemerintah Nigeria mencari solusi bersama untuk mencegah hal tersebut terjadi. Namun Lundberg mengatakan PBB tidak memiliki dana cukup untuk mengatasi krisis dan harus memanggil mitra internasional, sektor privasi dan filantropis Nigeria untuk 'campur tangan' menghadapi masalah ini.
"Kami perlu mendapatkan sektor privasi, dan filantropis di Nigeria. Kami akan meminta mitra internasional untuk melangkah maju karena kami hanya bisa menyelesaikan situasi ini jika dilakukan bersama-sama," terangnya.
Di Maiduguri, ibu kota negara bagian timur laut Borno, yang juga merupakan tempat lahirnya Boko Haram, para penduduk mencari tempat untuk mengungsi. Setidaknya ada lebih dari 2 juta orang kini sedang mencari suaka di kamp untuk orang-orang lokal.
Program Makanan Dunia memperingatkan kondisi seperti ini sebagai 'kondisi kelaparan', namun PBB masih belum mendeklarasikan situasi ini pada darurat 'level tiga'. Padahal, dari sumber keamanan Nigeria, setidaknya setiap hari ada 10 orang meninggal dunia di kemah dekat Maiduguri.
Tentu saja, rasa ketidakamanan terus bergejolak di diri para penduduk lokal, seiring meningkatnya serangan dari militer Nigeria dan militan Boko Haram.
Para jihadis Boko Haram mulai bergerak menguasai wilayah di Nigeria sejak 2009 untuk mengambil alih pemerintahan. Karena mereka, jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan bahan kebutuhan sehari-hari.
Setiap hari ada saja serangan mereka, mulai dari baku tembak, hingga serangan bunuh diri. Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, mengklaim kembali wilayah yang dulunya sempat diduduki Boko Haram, namun menimbulkan korban setidaknya 20 ribu orang tewas dan 2,6 juta lainnya kehilangan tempat tinggal.



Post a Comment