Header Ads

Ketar-ketir warga Karawang usai dihantam banjir besar


Sebanyak tujuh kecamatan di Karawang, Jawa Barat, sejak pekan lalu diterjang banjir. Genangan air itu dampak luapan tiga aliran sungai di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Selain Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, luapan juga terjadi dari sungai Cilamaya itu terjadi karena aliran sungai tidak bisa menampung debit air dengan volume yang terus meninggi. Tujuh kecamatan yang tergenang saat ini ialah Kecamatan Teluk Jambe Barat dan Teluk Jambe Timur, Karawang Barat dan Karawang Timur, Kecamatan Batu Jaya dan Pakis Jaya serta Kecamatan Cilamaya.

Dalam musibah banjir di Kabupaten Karawang, sedikitnya enam ribu warga terpaksa harus mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap aman dari banjir. Seperti mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir jalan hingga menempati rumah ibadah serta kantor pemerintah.

Keberadaan korban banjir cukup memprihatinkan mengingat di sejumlah titik mereka belum tersentuh bantuan. Seperti di wilayah Karawang Barat, mereka saat ini membutuhkan makanan siap saji, dan pakaian, selimut serta susu bagi balita.

"Kalau bantuan ke sini belum ada, apalagi posko yang bisa menjamin ketersediaan makanan dan kesehatan bagi kami di sini," kata salah seorang korban banjir, Ali, Selasa (15/11).

Banjir saat ini masih menggenangi permukiman dan perumahan dengan ketinggian 1 meter, bahkan di sejumlah lokasi mencapai 2 meter seperti di sekitar bantaran sungai Citarum.

"Mudah-mudahan, kami semua berharap banjirnya segera surut, cuaca segera membaik," ujar Ali.

Bahkan, data di Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Karawang, saat ini sudah ada 138 hektare sawah yang terkena banjir. Ratusan hektar sawah yang terendam itu bisa mempengaruhi target produksi padi tahun ini yang mencapai sekitar 1,3 juta ton padi.

"Untuk sementara ini baru 138 hektare areal sawah yang terendam banjir. Jika hujan terus terjadi, terdapat ribuan hektare sawah terancam terendam," ujar Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan Karawang, Kadarisman di Purwakarta, Rabu (16/11).

Hal tersebut disampaikan sebagai gambaran bencana banjir pada 2013 lalu terdapat 22 ribu hektare sawah yang terendam banjir akibat luapan sungai Cibeet dan Citarum. "Tapi mudah-mudahan saja banjir yang merendam areal sawah tidak meluas. Kasihan petani," kata dia.

Meski begitu, sejak kamerin banjir sudah mulai surut. Ketinggian banjir turun di sejumlah wilayah termasuk di Kecamatan Teluk Jambe Timur.

Sebelumnya ketinggian banjir di daerah itu mencapai 2 meter saat ini sekira 40 centimeter. Bukan saja merendam pemukiman termasuk sejumlah perumahan.



Warga dua perumahan, Perum Karaba, dan Perum Bintang Alam, saat ini mulai kembali ke rumah. Selain melihat kondisi rumah, warga juga mengecek harta benda termasuk perabotan hingga barang elektronik.

"Kalau barang elektronik otomatis rusak ya, karena terendam. Tapi yang lain seperti perabotan tinggal membersihkannya saja," kata salah seorang warga Perum Bintang Alam, Agus, Rabu (16/11).

Sebagian warga lainnya mulai membersihkan lumpur sisa genangan banjir. Mereka berusaha membersihkan rumah dengan harapan seiring ketinggian banjir yang terus menyusut mereka dapat kembali.

"Kalau tinggal lagi di rumah belum berani, karena khawatir kalau sungai Citarum meluap lagi dan terjadi banjir susulan," ujar warga lain Syahril.

Warga juga mengaku cemas, lantaran cuaca belum sepenuhnya membaik, apalagi debit air di sungai Citarum yang melintas di sekitar perumahan masih tinggi.

Sementara banjir di Kabupaten Karawang terjadi dalam tiga hari terakhir, dan merendam hampir enam ribu rumah warga dan 13 ribu warga harus mengungsi.

Warga korban banjir berharap, ke depan banjir tahunan tersebut tidak lagi terjadi. Mereka meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melakukan antisipasi di antaranya dengan membuat tanggul di sepanjang sungai Citarum yang melintas permukiman dan perumahan.

"Kalau tiap tahun terus menerus terkena banjir masyarakat mau bagaimana? Saya juga berharap agar penanganan banjir tidak semata bahan berjualan untuk pemimpin Karawang mendatang saat melakukan kampanye agar terpilih," ucap Iman Nurjaman, salah seorang warga korban banjir di Perum Karaba.

No comments

Powered by Blogger.