Header Ads

Pelaku penembakan di Bandara Florida ternyata sakit jiwa


Pelaku penembakan yang terjadi di Bandar Udara Ft.Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, yang menewaskan lima orang ternyata memiliki sejarah kelainan jiwa. Esteban Santiago yang diyakini sebagai pelaku oleh pejabat bandara diperiksa setelah melakukan aksinya.

Dalam pemeriksaan tersebut, pejabat keamanan bandara menemukan pada November lalu, Santiago dibui usai membuat pernyataan tidak menentu mengenai pemerintah AS yang berusaha mengendalikan pikirannya. Namun, pihak berwenang dan politisi lokal mempertanyakan cacat sistem yang meloloskan seorang bersenjata masuk ke dalam bandara.

"Orang yang menderita penyakit mental memang boleh masuk dalam bandara, mereka tidak menjadi masalah bagi orang lain. Namun, jika mereka memiliki penyakit mental dan berada dalam daftar larang terbang, apalagi yang memiliki senjata, mereka tentu tidak bisa masuk dalam bandara," seru Sherif Broward, Scott Israel dalam jumpa pers, dikutip dari koran The Huffington Post, Minggu (8/1).

Meski demikian, dari hasil pemeriksaan masih belum jelas kenapa Santiago memilih Bandara Ft. Lauderdale sebagai tempat aksi penyerangannya.

Ibu Santiago mengatakan, veteran perang Irak tersebut menderita sakit kejiwaan usai dia melihat bom meledak di samping teman-temannya. Pada November lalu, sang ibu bercerita Santiago berjalan ke kantor FBI di Anchorage dan meracau. Dia menyebutkan CIA mengendalikan pikirannya dan memaksa dia menonton video kelompok teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Santiago juga dituduh menyerang kekasihnya dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga tahun lalu. Januari 2016, pacar Santiago melaporkannya pada polisi karena pria tersebut menyerangnya saat berada di kamar mandi.

Dia menceritakan pelaku penyerangan bandara ini mendobrak pintu kamar mandi, mencekik dan memukul kepalanya.

Jumat waktu setempat, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Bandara Internasional Fort Laudardale-Hollywood, Negara bagian Florida, Amerika Serikat, kemarin sore menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya.

Menurut saksi pria itu menembak secara acak ke tengah kerumunan di Terminal 2 bandara. Dia berhenti menembak ketika pelurunya sudah habis.

No comments

Powered by Blogger.