Header Ads

Ini agen rahasia Korut yang racuni kakak tiri Kim Jong-un


Kamera pengintai (CCTV) berhasil merekam jejak dua wanita usai meracun Kim Jong-nam, kakak ipar pemimpin Korea utara Kim Jong-un di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Cara meracunnya pun disebut-sebut sangat bersih dan mereka dengan mudah kabur menggunakan taksi di sekitar bandara.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (15/2), satu dari dua wanita itu tampak menggunakan baju kasual serba putih, celana panjang merah mudah dan menyilangkan tas di sebelah kanannya. Pembunuh itu nampak profesional dalam menjalani tugasnya, sebab terlihat santai saat mencari taksi.

Salah seorang pejabat di Jepang mengaku menerima kedua pelaku kemungkinan sudah tewas. Sayangnya tidak dijelaskan penyebab kematian mereka, sementara Malaysia sendiri belum memberikan pernyataan apapun terkait para pelakunya.

Pemerintah Korea Utara sendiri telah mengirimkan diplomat senior mereka ke Malaysia. Diplomat ini meminta kepada petugas agar tidak usah dilakukan pemeriksaan postmortem kepada jenazah Kim Jong-nam. Sayangnya, pihak Malaysia menolak permintaan tersebut.

Kakak tiri pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-nam tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Dia tewas karena disuntik racun.

Kim Jong-nam adalah putra sulung dari Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un. Dia tadinya disebut-sebut bakal menjadi pemimpin Korut selepas Kim Jong-il wafat. Namun pada 2001 dia ditangkap di Bandara Narita Tokyo, Jepang, setelah mencoba masuk ke Negeri Sakura dengan paspor Republik Dominika. Pada saat itu dia mengatakan ingin mengunjungi Disneyland di Jepang bersama keluarganya.

Sejak kasus itu dia diusir ayahnya dan tinggal di Macau, Hong Kong, hingga Kim Jong-il mangkat pada 2011. Kim Jong-nam selama ini hidup bersembunyi karena khawatir adik tirinya, Kim Jong-un, memandang dia sebagai ancaman.

Sebelum tewas, Jong-nam sempat mendatangi resepsionis untuk meminta bantuan. Dia mengaku kepalanya merasa pusing setelah ada orang asing menyeka wajahnya dari belakang.

"Kami belum tahu apakah itu kain atau suntikan, resepsionis hanya berkata seseorang memegang wajahnya, dia merasa pusing," ujar Kepala Kepolisian Selangor Fadzil Ahmat.

No comments

Powered by Blogger.