Header Ads

Korut klaim sukses luncurkan roket balistik pembawa nuklir terbaru


 Pemerintah Korea Utara mengklaim sukses mengujicoba peluncuran roket balistik jarak menengah, yang mampu membawa nuklir, Senin (13/2). Mereka menyebut keberhasilan itu menunjukkan negara komunis tersebut kini bisa menyerang musuh dengan senjata barunya.

Dilansir harian The New York Times, kebenaran peluncuran itu terkonfirmasi oleh alat pendeteksi milik Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, di mana negara itu telah meluncurkan roket balistik jarak menengah yang diberi nama Pukguksong-2 atau Polaris-2. Presiden Kim Jong-Un juga dikabarkan melihat langsung proses uji coba itu.

"Dia menyatakan sangat puas atas kemampuan serangan nuklir kuat lainnya, yang menambah kekuatan luar biasa bagi negara," tulis kantor berita Korut, dengan kalimat hiperbola.

Menanggapi itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana menggelar rapat darurat atas permintaan AS, Jepang dan Korea Selatan.

Kantor Berita Pusat Korea melaporkan, misil itu bisa membawa senjata nuklir, menggunakan tenaga dorong tinggi, berbahan bakar padat dan bisa ditembakkan dari truk peluncur roket swa-gerak. Jika benar, bisa jadi hal itu sebuah langkah maju dari Korut yang mengklaim mampu menyerang AS dengan roket balistik antar-benua, atau dikenal dengan ICBM.

Korut sendiri belum pernah mengujicoba peluncuran ICBM. Namun keberhasilan peluncuran kali ini menunjukkan kemampuan mereka dalam membuat roket. Sejumlah uji coba peluncuran sendiri sudah beberapa kali dilakukan negara ini, kebanyakan berakhir dengan kegagalan hingga Pukguksong-2 ditembakkan dari Musudan.

The New York Times, penggunaan teknologi bahan bakar padat merupakan sebuah kemajuan penting bagi Korut, sebab kebanyakan roket balistik mereka berbahan bakar cair. Dengan demikian, penggunaannya telah memperkecil waktu dalam mempersiapkan peluncuran dan meningkatkan mobilitas di udara, yang membuatnya sulit dideteksi.

"Sekarang industri roket kita berubah menjadi mesin berpendorong tinggi dengan bahan bakar padat dari roket berbahan bakar cair dan telah dikembangkan secara cepat ke dalam industri kreatif, bukan cuma menyalin," ujar Kim dalam pernyataannya di media Korut. 

No comments

Powered by Blogger.