Header Ads

Ahok akan selektif pilih pengurus masjid


Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama sempat mengeluhkan lelahnya menjalani sidang kasus dugaan penodaan agama yang telah memasuki sidang ke-17. Dia mengaku telah memetik hikmah dari kasus yang didakwakan padanya saat ini.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, kini sikapnya menjadi lebih santun terutama saat berbicara di depan halayak umum. Selain itu, dia akan mengedepankan kerja sama peran tokoh NU karena kasus yang dihadapinya rentan menyebabkan perpecahan NKRI.

"Dari peristiwa ini kita juga mesti belajar mungkin selama ini pemerintah dengan NU (Nahdatul Ulama) enggak kerja sama," kata Ahok di Kantor DPP GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/4).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengharapkan, seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta peka terhadap apapun yang dapat memicu perpecahan. Sehingga nanti dia akan menerapkan sistem yang berbeda agar citra Islam yang damai tidak dirusak oleh sejumlah oknum.

Ahok mengungkapkan, salah satu yang harus dicermati adalah orang yang mendapatkan mandat untuk menjadi pengurus masjid. Untuk itu nantinya akan ada seleksi agar identitas mereka jelas. Mengingat Pemprov DKI Jakarta mengucurkan APBD DKI kepada mereka.

"Kita pilih orang untuk urus masjid, marbot, kita kasih tunjangan macam-macam kita pun enggak lihat dia itu siapa. Saya kira untuk hal ini kita mesti jelas. Ini merusak Islam yang rahmatan lil alamin, kalau yang bukan ya enggak bisa," tegasnya. 

Mantan politisi Gerindra ini mengharapkan, dengan adanya seleksi ini membebaskan masjid dari kegiatan politik dan mengembalikan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

"Jadi kalau kamu diundang tausiah nih Hok, kita harap kamu jadi mualaf gitu loh. Tiba-tiba ceramah yang sekarang, dakwah itu mengkafirkan gua. Gila nih orang. dari mana ada ajaran dakwah yang mengkafirkan orang, saya kaget," tutup Ahok.

No comments

Powered by Blogger.