Header Ads

Demi keamanan, Myanmar larang biksu anti-Islam berkhotbah


Biksu Budha Myanmar yang dikenal anti-Islam, U Wirathu, dilarang menyampaikan khotbah di negaranya sendiri. Dia terkenal karena sering menyampaikan kata-kata kebencian terhadap Islam.

Seorang pejabat pemerintah menyebutkan alasan keamanan menjadikan pelarangan tersebut dikeluarkan.

"Acara khutbah yang akan digelar U Wirathu telah dilarang karena alasan keamanan saat ini," kata seorang pejabat pemerintah daerah kepada AFP, seperti dilansir dari laman Strait Times, Jumat (3/2).

Larangan terhadap biksu yang dijuluki 'wajah teror Budha' tersebut dilakukan menyusul insiden penembakan kepada seorang pengacara hak asasi manusia terkemuka Myanmar. Dia ditembak di bandara saat baru pulang dari Indonesia. Pengacara itu juga menjabat sebagai penasihat hukum Pemimpin Negara Daw Aung San Suu Kyi

U Ko Ni, nama pengacara HAM tersebut, merupakan seorang muslim. Pelaku penembakan, U Kyu Lin, langsung dibekuk di tempat kejadian.

Direktur Departemen Agama dan Budaya, Aung San Win, mengatakan saat ini pemerintah tengah membatasi pemberitaan media yang bisa memicu ketegangan negara atas pembunuhan Ko Ni. Sebab, pembunuhan ini seringkali dikaitkan dengan politik.

"Banyak berita palsu yang beredar di media sosial bertujuan untuk menghancurkan stabilitas negara menggunakan kata-kata kasar yang dapat menyebabkan konflik agama," ungkap San Win.

Kematiannya Ko Ni terjadi di tengah melonjaknya ketegangan antara umat Buddha dan Muslim. Terlebih, setelah militer melancarkan tindakan keras dan mematikan dilakukan kepada minoritas Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine. 

No comments

Powered by Blogger.