Header Ads

Netanyahu minta Trump restui kuasa Israel atas dataran tinggi Golan


Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dari sejumlah pembicaraan, terungkap Netanyahu itu meminta restu dari sang presiden untuk mengakui kedaulatan Israel atas dataran tinggi Golan, yang mereka rebut dari Suriah pada 1967.

Dilansir middleeastmonitor.com, Jumat (17/2), dunia menganggap, dataran tinggi yang terletak di timur laut Israel dan barat daya Suriah merupakan wilayah yang diduduki Israel, dan kemudian dianeksasi pada 1981 tanpa persetujuan internasional. 

Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, salah seorang wartawan mempertanyakan isu tersebut. Dia pun mengamininya.

"Ya," jawab Netanyahu.

Ketika ditanya reaksi dari Trump, dia langsung berkata "saya tidak akan mengatakan dia terkejut dengan permintaan saya."

Permintaan serupa pernah dilakukan negara ini selama pemerintahan Obama pada 2015 lalu, namun ditolak mentah -mentah. Kini mereka kembali mengajukan hal serupa di kepemimpinan yang berbeda, namun tidak jelas apakah Trump langsung setuju atau mengikuti jejak pendahulunya.

Israel sendiri telah mendambakan pernyataan atas kedaulatan mereka di Golan, meski Gedung Putih belum memberikan sikap yang jelas atas permintaan tersebut. Apalagi, jika persetujuan itu dilakukan di tengah-tengah konflik perang bersaudara di Suriah.

Jika AS setuju dengan permintaan itu, diperkirakan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang dibekingi Rusia dan Iran akan marah. Apalagi, negaranya tengah berperang melawan ISIS dan kelompok pemberontak.

Pemerintahan Trump sendiri telah mengakui untuk bekerja dengan erat bersama Rusia demi mengakhiri konflik di Suriah. Namun, pengakuan kedaulatan Israel atas Golan diyakini bisa mengganggu upaya tersebut. 

No comments

Powered by Blogger.