Header Ads

Pengusaha sambut baik niat Jokowi kembangkan bisnis outsourcing


Pelaku usaha menyambut baik keinginan Presiden Jokowi mengembangkan bisnis alih daya atau outsourcing di Indonesia. Mereka menilai, outsourcing menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya angka pengangguran di Tanah Air.

"Kami sangat menyambut baik kebijakan Presiden Jokowi untuk menjadikan industri jasa outsourcing sebagai salah satu bisnis unggulan yang harus dikembangkan tahun ini," kata Direktur SIMGroup Anta Ginting, di Jakarta, Jumat (31/3).

Anta menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 127,8 juta jiwa pada 2016. Sementara jumlah pengangguran tercatat sebesar 7,0 juta jiwa.

"Tidak bisa dimungkiri bahwa penurunan jumlah pengangguran di dalam negeri juga difaktori oleh kehadiran outsourcing, dimana kami membantu para fresh graduate dalam mencari pekerjan, selain itu mereka juga mendapatkan pelatihan kerja secara insentif sebelum disalurkan ke perusahaan rekanan, ujar fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut.

Dalam waktu dekat, kata Anta, pihaknya bersama Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) akan membuat sejumlah regulasi terkait standar kualifikasi perusahaan outsourcing, persyaratan pengguna jasa perusahaan outsourcing. Kemudian, standardisasi manajemen fee, dan hal teknis lainnya.

"Semua itu kami lakukan guna memenuhi keinginan pemerintah agar sistem outsourcing di Indonesia berkeadilan bagi karyawan, maupun perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan bersama."

Saat Rapat Kerja Nasional HIPMI beberapa hari lalu, Jokowi menilai bisnis outsourcing di Indonesia sangat menjanjikan. Bisnis ini sudah sangat berkembang di sejumlah negara tetangga. Semisal, Filipina yang mampu meraup USD 25 miliar setahun

"Mungkin jangan masuk yang sudah dikuasai Filipina, telemarketing. Indonesia masuk desain grafis, animasi, aplikasi software." 

No comments

Powered by Blogger.